Apasih Metode Ekspositori itu?
0
A.
Pengertian Metode Ekspositori
Metode
Ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses
penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud
agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
Roy Killen
(dalam Wina Sanjaya) menamakan metode ekspositori dengan istilah strategi
pembelajaran langsung (Direct Instruction). Karena dalam hal ini siswa tidak
dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan-akan sudah jadi.
Oleh karena metode ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka
sering juga dinamakan istilah metode chalk and talk.
Metode
ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi
kepada guru (teacher centered approach) (Wina Sanjaya, 2008:179). Dikatakan
demikian, sebab guru memegang peran yang sangat dominan. Melalui metode ini
guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi
pelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama
metode ini adalah kemampuan akademik siswa (academic achievement student).
B.
Prosedur Metode Ekspositori
Pada
Pelaksanaannya metode ekspositori memiliki prosedur-prosedur pelaksanaan,
secara garis besar digambarkan oleh Wina Sanjaya (2008) sebagai berikut :
1. Persiapan
(Preparation)
Tahap persiapan
berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi
ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting.
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori
sangat tergantung pada langkah persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan
dalam langkah persiapan di antaranya adalah:
a.
Berikan
sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif
b.
Mulailah
dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
c.
Bukalah file dalam otak siswa.
d.
Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif.
e.
Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar.
f.
Merangsang dan mengubah rasa ingin tahu siswa.
g.
Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka.
2. Penyajian
(Presentation)
Tahap
penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan
yang telah dilakukan.Hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah bagaimana
materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh
sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah
ini diantaranya : Penggunaan bahasa, intonasi suara, Menjaga kontak mata dengan
siswa, serta menggunakan kemampuan guru untuk menjaga agar suasana kelas tetap
hidup dan menyenangkan Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam pelaksanaan langkah ini, yaitu:
a.
Penggunaan Bahasa,
b.
Intonasi Suara,
c.
Menjaga Kontak Mata Dengan Siswa,Dan
d.
Menggunakan Trik-Trik Yang Menyenagkan
. 3.
Korelasi (Correlation)
Tahap korelasi
adalah langkah yang dilakukan untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran,
baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimiliki siswa
maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan
motorik siswa.
4. Menyimpulkan
(Generalization)
Menyimpulkan
adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah
disajikan. Sebab melalui langkah menyimpulkan, siswa dapat mengambil inti sari
dari proses penyajian. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada
siswa tentang kebenaran suatu paparan. Sehingga siswa tidak merasa ragu lagi
akan penjelasan guru. Menyimpulkan bisa dilakukan dengan cara mengulang kembali
inti- inti materi yang menjadi pokok persoalan, memberikan beberapa pertanyaan
yang relevan dengan materi yang diajarkan, dan membuat maping atau pemetaan
keterkaitan antar pokok-pokok materi.
5.
Mengaplikasikan (Aplication)
Tahap aplikasi
adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru.
Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran
ekspositori. Sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi
tentang penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini diantaranya, dengan membuat tugas
yang relevan, serta dengan memberikan tes materi yang telah diajarkan untuk
dikerjakan oleh siswa
a.
Dengan membuat tugas yang relevan dengan materi
yang telah disajikan,
b.
Dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi
pelajaran yang telah disajikan.
C.
Contoh Mengajar dengan Metode Ekspositori
Belajar menerima maupun menemukan sama-sama dapat berupa belajar
menghafal atau bermakna. Misalnya dalam mempelajari konsep dalil Pythagoras
tentang segitiga siku-siku, mungkin bentuk terakhir c2 = b2 + a2 sudah
disajikan (belajar menerima), tetapi siswa memahami rumus itu selalu dikaitkan
dengan sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku ; jadi ia belajar secara bermakna.
Siswa lain memahami rumus c2 = b2 + a2 dari pencarian (belajar menemukan),
tetapi bila kemudian ia menghafalkan c2 = a2 + b2 tanpa dikaitkan dengan
sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku, maka jadinya ia belajar menghafal.
D.
Kelebihan dan
Kelemahan Metode Ekspositori
1.
Kelebihan Metode Eskpositori
2.
Dengan metode ekspositori guru dapat mengontrol
urutan dan keluasan pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh
mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
3.
Metode pembelajaran ekspositori dianggap sangat
efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas,
sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
4.
Melalui Strategi pembelajaran ekspositori
selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran,
juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan
Demonstrasi).
5.
Metode Pembelajaran ini bisa digunakan untuk
jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
2.
Kelemahan Metode Ekspositori
a.
Metode pembelajaran ini hanya mungkin dapat
dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara
baik.
b.
Metode ini tidak mungkin dapat melayani
perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, dan
bakat, serta perbedaan gaya belajar siswa.
c.
Metode ini sulit mengembangkan kemampuan siswa
dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan
berpikir kritis.
d.
Keberhasilan metode pembelajaran ekspositori
sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan,
pengetahuan, rasa percaya diri, senmangat, antusiasme, motivasi, dan kemampuan
mengelola kelas. Tanpa itu sudah dipastikan pembelajaran tidak mungkin
berhasil.
e.
Pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas
pada apa yang diberikan guru.mengingat gaya komunikasi metode pembelajaran ini
lebih banyak terjadi satu arah (one-way communication). Sehingga
kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan terbatas pula.
DAFTAR PUSTAKA
Jamarah,B.S.
2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Popham,W.J. 1992. Tehnik Mengajar Secara
Sistematis. Jakarta :Rineka Cipta.
Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran.
Bandung : Kencana Prenada Media Group.
By : Chachacino
ANALISIS ARTIKEL PENGARUH MODERNISASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA SUKU BADUY
0
Masyarakat baduy sebagai masyarakat
tradisional dapat dikatakan sebagai masyarakat yang sedang berkembang. Karena
tidak saja perubahan yang berlangsung di dalamnya, juga ketaatan terhadap pikukuhnya
mengalami proses pergeseran. Perubahan itu akan tampak dari pola pikir, cara
bertindak, pemilikan barang organisasi sosial yang sebelumnya tidak dikenal
dalam kehidupan mereka. Sejumlah warga masyarakat Baduy sengaja keluar dari
desa kanekes untuk melonggarkan ikatan pikukuhnya, mereka lalu bermukim di
desa-desa sekitarnya.
Peningkatan jumlah penduduk yang mengakibatkan
berkurangnya luas kepemilikan lahan pertanian setiap keluarga.Masyarakat
Baduy-Luar yang sudah tidak memiliki lahan pertanian di dalam wilayah Baduy
diharuskan mengolah lahan di luar wilayah, sedangkan masyarakat Baduy-Dalam
mulai memperpendek masa bera lahannya.
Bertambahnya jumlah penduduk juga meningkatkan
kebutuhan kayu pertukangan untuk membuat rumah. Kebutuhan akan kayu pertukangan
yang menjadi masalah dalam membuat rumah.
Untuk mengatasi hal tersebut, aturan adat yang semula melarang menanam
tanaman kayu di ladang berangsur-angsur mulai mengendur. Kini masyarakat Baduy-Luar diperbolehkan
menanam tanaman kayu di ladangnya. Kayu
hasil penebangannya ada yang dipakai sendiri dan ada pula yang sebagian dijual
ke masyarakat luar.
Interaksi dengan masyarakat luar baduy, saat
ini terlihat perbedaan yang jelas pada kehidupan masyarakat Baduy-Luar dan
Baduy-Dalam. Perubahan status masyarakat
telah terjadi pada kehidupan masyarakat Baduy.
Awalnya semua masyarakat Baduy harus ikut bertapa menjaga alam
lingkungannya, sekarang ini hanya Baduy-Dalam yang tugasnya bertapa.Masyarakat
Baduy-Luar tugasnya hanya ikut menjaga dan membantu tapanya orang Baduy-Dalam.
Masyarakat Baduy-Luar mulai diperbolehkan mencari lahan garapan ladang di luar
wilayah Baduy dengan cara menyewa tanah, bagi hasil, atau membeli tanah
masyarakat luar.
Masyarakat Baduy-Luar sudah mulai memakai baju
buatan pabrik, kasur, gelas, piring, sendok, sendal jepit, blue jeans, sabun,
sikat gigi, senter, dan patromaks; bahkan sudah cukup banyak masyarakat Baduy
yang telah menggunakan telepon seluler.
Larangan penggunaan kamera dan video camera hanya berlaku pada
masyarakat Baduy-Dalam; sedangkan pada Baduy-Luar sudah sering stasiun TV
mengekspose kehidupan mereka.
Masyarakat Kanekes yang sampai sekarang ini
ketat mengikuti adat-istiadat bukan merupakan masyarakat terasing, terpencil,
ataupun masyarakat yang terisolasi dari perkembangan dunia luar.Berdirinya
Kesultanan Banten yang secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah
kekuasaannya pun tidak lepas dari kesadaran mereka.Sebagai tanda
kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin
melaksanakan seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993).
Dari kesemua faktor-faktor di atas
tersebut bisa memicu perubahan
sosial-budaya pada masyarakat Baduy tersebut baik itu faktor secara fisik
maupun kebudayaan. Kesadaran akan nilai dan norma sosial Baduy setiap keluarga
pun lambat laun bisa memudar dengan munculnya keinginan untuk mengalami
kehidupan lain, begitu pula halnya dengan institusi sosial seperti gotong
royong akan turut bergeser walaupun menyangkut kebutuhan masyarakat tetapi
akibat perputaran imbalan jasa ke arah penggunaan materi yang sekaligus sebagai
pembayaran. Hubugan yang erat antara migran baduy dengan orang baduy kanekes
juga akan memberikan ide perubahan, karena mereka selalu berkomunikasi melalui
saling mengunjungi dan membantu dalam tiap pekerjaan.
Perubahan yang dialami masyarakat baduy tidak
lepas dari pengawasan pemuka adat yang selalu berusaha menentang segala bentuk
perubahan yang terjadi dan berusaha mengembalikan kehidupan masyarakat yang
sesuai dengan pikukuh.Penyimpangan-penyimpangan dan pelanggaran-pelanggaran
yang dilakukan oleh beberapa anggota keluarga pada masyarakat panamping seperti
penggunaan obat-obat dari luar misalnya, menunjukkan adanya keraguan dalam
memilih cara hidup yang sudah berlaku (berdasarkan adat) atau melepaskannnya.
Banyak mereka yang melanggar adat dengan alasan tidak diketahui Pu’un. Satu hal
yang patut dicatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat baduy
berlangsung menurut proses adaptasi dalam jangka waktu yang sangat panjang
(relatif lama).
Analisis
Sebenarnya fenomena medernisasi ini merupakan salah satu tolak ukur
sebagai paradigma pengembangan yang serta merta tak dapat ditolak bagi negara
indomesia yang merupaka negara berkembanng, begitupun daerah otonomnya, Banten
Perubahan-perubahan
kebudayaan karena modernisasi dan globalisasi ini pun dialami suku Baduy. Ya,
serperti yang kita ketahui bersama, bahwa baduy luar mulai melebarkan sayapnya
untuk beradaptasi dengan dunia di luarnya setelah sekian lama hanya berkutat
didalam kawasannya saja. Baduy Luar sudah mau menyisipkan berbagai hal entah
itu kebutuhan sandangnya, alat-alatnya dan bahkan penerangan listrik.
Hal
tersebut berkaitan erat dengan 3 faktor pendorong perubahan ini, yakni Adannya
kontak dengan budaya lain, tmulai terbukanya sistem masyarakat di baduy,
ketidakpuasan masyarakat pada bidang-bidang tertentu.
Berdasarkan
pengalaman langsung sang penulis
1.Sistem perekonomian barter pada tahun 90an
kini telah terkoyak, suku Baduy secara
pasti telah mengenal perekonomian uang.
2.Sistem
ekonomi tertutup mereka dimana produksi hutan hanya diperuntukan untuk konsumsi
keluarga, namun kini meski dengan sistem tebang pilih. Banyak produksi hutan
yang menjadi komoditi kayu yang diperjual belikan ke luar tanah adat.
Sebenarnya masih banyak perubahan-perubahan yang terjadi disana. Disinyalir
arus pariwisata sejak tahun 1997 yang
menjadikan Tanah Ulayat Suku Baduy yang terkenal akan keindahan ekologinya
sebagai obyek wisata membawa pengaruh besar dalam perubahan tersebut. Interaksi
yang sangat insentif antara wisatawan dan penduduk lokal secara kognitif mampu
merubah pola pikir penduduk lokal yang polos dan masih tradisional. Berdasarkan
data yang kami peroleh, tiap minggunya ratusan wisatawan datang untuk
mengunjungi tanah ini dan juga menginap di rumah-rumah penduduk. Meski tanpa
listrik dan harus berjalan kaki sejauh 12 km untuk sampai ke Baduy Dalam.
By : Chachacino
Mengulik dan memahami seorang kritis bernama Immanuel khant
0
Immanuel Khant yang lahir pada tahun 1724 ini berasal dari
keluarga pengrajin yang sederhana. Ia hidup penuh dengan kerendah hati-an juga
kedisiplinan yang baik. Menginjak usianya yang ke 6 tahun yakni dalam kurun
tahun 1730-1740 kondisi perdagangan di Königsberg (sekarang Kaliningrat, Rusia)
mengalami kemerosotan, dan hal tersebut pun berdampak kepada sang ayah. Hal ini
membuat keluarga khant hidup dalam kesulitan dan hidup mereka harus dibantu
oleh perekonomian keluarga besar orangtua khant.
Saat khant berusia 13, ibunya pergi
dipanggil tuhan. Dan ayahnya pun menyusul ketika khant hampi berumur 22 tahun.
Setelah menempuh kehidupan yang sulit dan memprihatinkan, khant akhirnya
menjadi guru besar untuk logika dan metafisika di universitas konisberg
Etika Immanuel Kant
yang pertama kali diawali dengan pernyataan bahwa satu-satunya hal baik yang
tak terbatasi dan tanpa pengecualian ialah “kehendak baik”. Sejauh orang
berkehendak baik maka orang itu baik, penilaian bahwa sesorang itu baik sama
sekali tidak tergantung pada hal-hal diluar dirinya, tak ada yang baik dalam
dirinya sendiri kecuali kehendak baik.
Beliau juga dikenal
berdasarkan 4 pertanyaan yang dikemukakannya, yaitu :
- Apa yang dapat kita ketahui? Metafisika
- Apa yang dapat kita kerjakan? Etika
- Sampai dimanakah pengharapan kita? Agama
- Apakah manusia itu?
Lebih lengkapnya akan dibahan dalam
postingan selanjutnya. Stay tuned!
By : Chachacino



